Atap jemuran











Tempat menjemur pakaian menjadi salah satu area servis yang kerap disembunyikan keberadaannya. Bukan karena tidak dibutuhkan, melainkan fungsinya yang sangat privasi. Sesuai namanya, jemuran digunakan untuk menjemur seluruh pakaian atau kebutuhan lainnya. Di area ini aktivitas biasanya lebih banyak dilakukan di pagi dan siang, mulai dari mencuci hingga menyetrika pakaian. Agar area jemur terasa nyaman dan secara estetika tidak memengaruhi tampilan rumah, sebaiknya area ini didesain dan diolah sesuai kebutuhan.
Membuat area jemur bisa dilakukan dengan menutup bagian atap. Cara ini memungkinkan kita lebih leluasa beraktivitas. Selain berkurangnya terik matahari, juga terhindar dari air ketika hujan. Bahan material yang bisa digunakan seperti kaca, akrilik, polikarbonat dan atap buka tutup (berbahan aluminium).
Bahan material tersebut memiliki keunggulan berbeda, selain memiliki warna transparan, ada juga warna tertentu untuk mempercantiknya. Material kaca dapat meneruskan panas yang lebih baik. Kondisi ini bisa menyebabkan area jemur terasa lebih panas. Kaca juga sangat berisiko pecah akibat tertimpa sesuatu. Misal genteng yang terjatuh atau benda lainnya. Material akrilik dan polikarbonat lebih tahan terhadap risiko pecah dan ruang di bawahnya tidak terlalu panas. Untuk polikarbonat kita bisa memilih warna tertentu seperti biru untuk mengurangi terik sinar matahari.


Bahan lain yang bisa digunakan berupa atap buka tutup yang menggunakan aluminium. Material ini memungkinkan kita mengoperasaikan area jemur secara manual dan otomatis. Jadi ketika akan menjemur, atap harus dibuka terlebih dahulu. Apabila pakaian belum kering, kita tidak perlu membereskan jemuran cukup bagian atapnya secara manual atau otomatis. Begitu juga pada saat kondisi hujan.